Bagaimana Memaknai Pencapaian Tertinggi dalam Hidup?

memaknai pencapaian dalam hidup

Kamu setuju nggak sih, bahwa pencapaian itu ada masa kadaluarsanya?

Di setiap fase kehidupan manusia, seseorang dengan perasaannya yang nggak gampang puas selalu menginginkan sesuatu yang lebih lagi.

Misalnya, ketika masih sekolah mungkin pencapaian tertinggi menurutmu adalah menjadi juara kelas atau juara lomba.

Tapi, ketika kamu mulai beranjak dewasa apakah menjadi juara dalam suatu hal menjadi sesuatu yang perlu atau ingin dicapai lagi?

 

Karena, Pencapaian Adalah…

Pencapaian adalah target-target yang bisa kamu capai atau laksanakan. Atau kamu punya definisi lain mengenai pencapaian?

Ketika kamu sudah mencapai satu, dua, atau berapapun targetmu dalam waktu tertentu, kamu bisa membuat target baru lagi sesuai keinginanmu.

Lalu kamu bisa memperoleh pencapaian-pencapaian baru.

Baca juga: Apa Harapan Terbesar untuk Blog Kamu? Coba Jawab!

 

Tapi, Parameter Pencapaian Setiap Orang Itu Berbeda!

Terkadang ada orang yang berkomentar terhadap pencapaian orang lain.

“Ah, kaya gitu doang mah biasalah!”

Waduh, padahal siapapun yang berhasil mencapai sesuatu berhak untuk diapresiasi lho!

Ya mungkin menurut orang lain biasa aja, tapi menurut kamu sendiri luar biasa. Atau sebaliknya. Itu bukti bahwa parameter pencapaian orang itu beda-beda.

Dalam urusan seperti ini harus bijak dalam memilih sudut pandang. Dan perlu bener-bener paham bahwa setiap orang punya garis waktu yang berbeda pula.

 

Pencapaian Juga Didorong oleh Motif

Semasa aku mengikuti Certified Impactful Writer tahun 2020 lalu, ada quote yang menarik tentang motif dari salah satu modulnya.

“Motif adalah penggerak dari setiap tindakan kita.” – Kadika, Mentor ImpactfulWriting.com.

Kebayang nggak motif itu seperti apa? Misal gini, ada anak SD ingin jadi juara kelas supaya bisa dapet mainan yang diidam-idamkannya.

Nah, targetnya juara kelas tapi motifnya adalah dapet mainan. Kebayang kan?

Baca juga: 6 Alasan Utama Kenapa Mulai Nulis di Blog

 

Apapun Pencapaiannya, Keep Positive Thinking

Belajar dari hadirnya pandemi COVID-19 yang usianya udah genap satu tahun ini, banyak hal-hal yang belum bisa tercapai karena pandemi tiba-tiba datang tanpa diundang.

Setuju nggak? Bener-bener di luar dugaan.

Dari situ pun aku banyak belajar untuk lebih berhati-hati dalam membuat targe-target yang ingin dicapai.

Tapi, di samping itu semua aku pribadi tetap bersyukur, alhamdulillah tetep ada target-target yang tercapai di tengah pandemi. Meskipun sisanya mungkin belum bisa tercapai, menunggu waktu.

Di sisi lain, walaupun ada target-target yang belum bisa tercapai, di masa pandemi ini aku mendapatkan hal-hal lain.

Rasanya seperti dapet hadiah sebagai ganti atas hal-hal yang belum bisa dicapai. MasyaAllah, alhamdulillah.

Semoga pandemi COVID-19 ini juga bisa cepet selesai, aamiin Yaa Rabbalalamin.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Perlu Bikin Konten?

 

Tulisan ini memang untuk BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge 2021 yang tema ke-4 nya adalah Pencapaian Tertinggi di Hidupmu.

Aku pikir daripada banyak bercerita mengenai pencapaian tertinggi dalam kehidupan pribadi, lebih enak rasanya kalo sharing mengenai bagaimana memaknai pencapaian itu sendiri.

Harapannya kalo ada yang baca tulisan ini, bisa dapet energi positifnya. Kalo kamu merasakannya atau mau kasih tanggapan, silahkan tulis di kolom komentar ya!

 

Kesimpulan

Parameter setiap orang tentang pencapaian dalam hidupnya memang berbeda-beda. Selain itu, untuk mencapai sesuatu ada motif tertentu yang mendorong seseorang bisa mendapatkannya.

Kalo gitu setiap orang punya kesempatan yang sama untuk memperoleh pencapaian tertinggi dalam hidupnya. Siapapun itu dan apapun pencapaiannya juga layak mendapat apresiasi.

 

Referensi buku: Self Theories dan Modul Belajar Certified Impactful Writer (pdf).
Sumber gambar: https://www.pexels.com/photo/art-hand-pattern-texture-6532588/

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: