5 Buku Favorit Belajar Menulis, yang Nggak Suka Nulis Juga Bisa Jago!

buku belajar menulis

Selama aku belajar menulis non fiksi, contohnya seperti nulis artikel untuk blog sejak tahun lalu, sumbernya nggak cuma dari course aja.

Karena memang rasanya kaya ada yang kurang kalo nggak punya buku. Lima buku favorit aku ini bisa nambah pengetahuan tentang kepenulisan dan juga bantu belajar menulis.

Menurutku untuk kamu yang pemula atau bahkan sebenernya nggak suka nulis dan baru tertarik sama dunia nulis aja, kelima buku ini recommended banget lho buat kamu.

Selamat membaca sampai selesai!

 

1. Quantum Writing

“Kita telah menemukan cara tentang menggali dan memunculkan potensi menulis, yaitu dengan meniru.” – Quantum Writing, (2016, h. 87)

Sebagai pemula, biasanya di awal tuh ada beberapa hal yang dibingungin, kaya gini misalnya…

“Belajar nulis darimana dulu ya? Aku harus ngapain dulu ya? Duh, nggak ngerti deh buat tulisan yang enak dibaca gimana sih?”

Kamu begitu nggak? Adakah kebingungan-kebingungan lainnya?

Nah, buku Quantum Writing ini buat aku pribadi cukup membantu untuk mempelajari beberapa teknik menulis dan gimana cara menerapkannya.

Teknik dan cara yang dibahas dalam buku ini juga mudah dipahami kok. Siapapun bisa belajar menulis dari buku ini.

Baca juga: Pentingnya Mengemas Tulisan untuk Dikonsumsi Publik

 

2. Quantum Reading

“Kita tentu akan menemukan hal-hal yang bermanfaat dan membuat kita berkembang begitu kita mau membaca buku.” – Quantum Reading, (2015, h. 60)

Buku yang kedua ini sebenernya adalah kakak dari Quantum Writing. Karena buku ini terbit duluan.

“Kenapa sih Quantum Writing dan Quantum Reading itu adik kakak?”

Karena yang namanya menulis itu nggak lepas dari kegiatan membaca. Coba deh kamu bayangin aja.

Ketika kamu menulis sesuatu, sadar nggak bahwa kamu juga melakukan kegiatan membaca? Kamu menulis sambil membaca tulisanmu sendiri.

Selain itu, membaca memang sangat membantu penulis untuk memperoleh asupan kata-kata yang bervariasi. Di sisi lain dengan membaca, penulis juga belajar bagaimana cara menyajikan tulisan,

Tapi, ternyata nggak semua orang yang suka nulis itu tertarik untuk baca. Mungkin karena membaca itu kurang menyenangkan? Apa kamu salah satunya?

Nah, dalam buku itu kamu bisa pelajari gimana sih teknik membaca yang praktis sehingga mudah dan menyenangkan untuk kamu terapkan.

 

3. Quantum Learning

“Percaya atau tidak, kita semua adalah penulis.” – Bobbi DePorter dan Mike Hernacki dalam Quantum Learning, (2015, h. 178)

Kedua buku sebelumnya yang disusun oleh Almarhum Bapak Hernowo Hasim itu sebetulnya merujuk dari buku ini. Baik isinya maupun cara penyusunannya.

Ketika kamu membacanya nanti, kamu bakal liat ada kemiripan dalam penyajian diantara ketiga buku ini.

Penulis itu harus mau belajar terus, apalagi di era seperti sekarang yang persebaran informasi dalam berbagai bidangnya sangat cepet.

Sehingga, mau nggak mau perlu menguasai cara belajar yang efektif dan juga cepat. Sehingga bisa menyajikan tulisan yang up to date, informatif, berkualitas, dan menarik.

Dalam Quantum Learning dibahas bagaimana sih cara belajar yang efektif dan juga efisien serta menyenangkan.

Baca juga: Kenapa Anak Muda Perlu Bikin Konten?

 

4. Steal Like An Artist

“Semua ide baru hanyalah campuran atau leburan dengan satu ide yang lain atau lebih.” – Austin Kleon dalam Steal Like An Artist, (2015, h. 9)

Seorang penulis juga harus kreatif, karena penulis adalah seniman kata-kata. Mungkin kamu udah sering denger ya?

Tapi, kadang dalam perjalanannya menulis itu nggak selalu mulus dalam menemukan ide-ide menarik.

“Itu dia! Kalo udah mentok nggak ada ide, lama-lama malah jadi males nulis.”

Oke, tenang! Kamu baca deh buku ini. Di dalem sini dibahas sepuluh langkah menjadi kreatif. Ditambah buku ini enak dibaca karena bahasanya yang ringan, nggak bertele-tele, dan bukunya juga tipis, tapi dijamin daging.

Resensi mini dari buku ini pernah aku tulis di Instagram. Silahkan berkunjung ya!

 

5. Free Writing

“Semakin sering kita berlatih free writing, peningkatan berbagai keterampilan menulis tersebut akan terus terjadi.” – Hernowo Hasim dalam Free Writing, (2017, h. 91)

Kamu udah pernah ngerasain writer’s block belum? Atau kamu belum tau apa itu writer’s block?

Writer’s block adalah kondisi ketika seseorang merasa nggak bisa menuliskan apa-apa. Semacam ada yang menyumbat dalam pikiran, jadi nggak bisa ngeluarin kata-kata apapun dalam bentuk tulisan.

Solusinya? Kamu bisa mengatasinya dengan menulis bebas yang caranya dibahas secara lengkap di dalam buku Free Writing ini. Contoh-contoh free writing juga bisa kamu liat di dalam sini.

Baca juga: 6 Alasan Utama Kenapa Mulai Nulis di Blog

 

Terus, darimana bisa dapetin semua buku itu? Semua buku di atas bisa kamu peroleh di website, Shopee, atau Tokopedia Mizan Store.

Semoga informasi yang aku sharing bermanfaat ya!

Silahkan kasih tanggapan kamu di kolom komentar ya..

 

 

Referensi Buku: Quantum Writing, Quantum Reading, Quantum Learning, Steal Like An Artist, dan Free Writing.

2 thoughts on “5 Buku Favorit Belajar Menulis, yang Nggak Suka Nulis Juga Bisa Jago!

  1. Alvi

    Membaca dan menulis emang kayak nya gak pernah lepas. .mungkin yg dimaksud suka menulis tp gak suka membaca, membacanya hanya beberapa persen alias lebih sedikit presentasenya dibanding suka menulis

    Tp emang kok kak Ria , menulis kalau gak dimulai sekarang gak dilatih, gak akan terbiasa

    Makasih banget mbak insight nya

    1. Driyarta Lumintu

      ooh untuk yang bagian itu, aku keingetan pernah denger seseorang ngomong kaya gini kak, “aku suka nulis, tapi nggak suka baca, gimana dong?”. nah, sebaiknya kalo udah suka nulis diimbangi dengan sering membaca dari berbagai sumber, supaya pikiran lebih kaya ide dan kata-kata.

      setuju banget Kak Alvi, sebenernya aku sendiri lagi coba untuk nulis setiap hari sekarang-sekarang ini. artikel yang satu ini salah satu bagian dari latihan ngebiasain diri nulis setiap hari kak. supaya nggak cuma pikiran aja yang terbiasa untuk mikirin mau nulis apa, tapi otot-otot tangan juga terlatih nulis hehe.

      makasih kak udah berkunjung lagi ke sini 😄

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: